Membangun Nasionalisme Mahasiswa Melalui Sumpah Pemuda

 Membangun Nasionalisme Mahasiswa Melalui Sumpah Pemuda



Oleh : Salsabila Nadiva Faicha Putri & Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., sebagai Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa







Di tengah adanya arus globalisasi ini, sangat memungkinkan terjadinya westerninasi dalam elemen masyarakat terutama para kaum muda di Indonesia. Westernisasi sendiri adalah suatu pemahaman seseorang yang memunculkan adanya sikap seseorang untuk bergaya hidup kebarat-baratan. Karena dengan adanya arus tanpa batas atau globalisasi ini, kita semua dapat membuka akses untuk mempelajari dan mengetahui berbagai hal, budaya, dan suatu informasi baru bari berbagai penjuru dunia dengan cepat dan serta mudah. 


Namun jika hal seperti itu tidak segera di tangani, maka akan menjadi tantangan sendiri bagi kita para kaum muda. Bahkan kemungkinan buruknya, budaya asli Indonesia yaitu semangat persatuan dan gotong royong akan semakin ditinggalkan di segenap lini kehidupan bermasyarakat.


Sebagai generasi muda yang bertanggung jawab menjaga dan mencapai kemerdekaan Indonesia, kita harus mempunyai landasan nasionalisme yang kokoh. Keterlibatan pemuda mengajarkan kita, sebagai masyarakat Indonesia yang heterogen, berlandas nilai-nilai persatuan bangsa. Pentingnya partisipasi pemuda sebagai cerminan kecintaan pemuda dan pemudi terhadap Indonesia merupakan tindakan praktis dan tulus sebagai wujud nyata kecintaan terhadap tanah air. Tindakan ini juga mencerminkan kita sebagai generasi muda, karena sebagai generasi muda Indonesia kita berperan untuk mencintai keberagaman budaya, agama, sosial dan segala perbedaan yang ada. 


Sebagai mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah, bukan berarti kita tidak bisa mencapai kemandirian dengan melatih rasa partisipasi generasi muda, sebagai mahasiswa yang baik dan cakap Dengan landasan nasionalisme yang kokoh sebagai bangsa Indonesia, kita bisa terus memupuknya, semangat belajar dan terus berkarya. 


Melalui peran serta generasi muda, semangat untuk terus belajar dapat dikobarkan dengan alasan yang kuat untuk terus menjaga dan membangun Indonesia menjadi bangsa yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.


Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 1928 berperan penting dalam membentuk semangat nasionalis di kalangan generasi muda Indonesia saat ini. Sumpah yang memuat tiga tema utama “Tanah Air Satu, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” ini merupakan pedoman dasar dalam membangun dan memperkuat nasionalisme pelajar dan pemuda Indonesia.


Berikut beberapa cara Sumpah Pemuda dapat digunakan untuk membangun nasionalisme mahasiswa: 

1. Pendidikan dan Pengembangan Karakter

Memasukkan nilai dan prinsip Keterlibatan Pemuda ke dalam sistem pendidikan, baik di sekolah maupun di universitas. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan Keterlibatan Pemuda ke dalam kurikulum sekolah, menyelenggarakan acara dan kegiatan yang berkaitan dengan sumpah, dan mendorong diskusi dan penelitian mengenai gagasan maknanya.

2. Peringatan dan perayaan

Menyelenggarakan acara dan kegiatan yang merayakan keterlibatan pemuda, seperti lokakarya, seminar, dan pertunjukan budaya. Acara-acara ini dapat menjadi wadah untuk mendidik siswa tentang sejarah dan makna sumpah, serta meningkatkan  persatuan dan kebanggaan bangsa.

3. Media sosial dan platform online

Memanfaatkan media sosial dan platform online untuk menyebarkan energi positif, mendorong persatuan, dan merayakan budaya dan prestasi Indonesia. Mendorong pelajar untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan beretika, sekaligus berkontribusi terhadap citra positif negara.

4. Keterlibatan dan pengabdian masyarakat

Libatkan siswa dalam proyek pengabdian masyarakat yang memajukan persatuan nasional dan memecahkan masalah sosial. Hal ini dapat mencakup kegiatan seperti menjadi sukarelawan, mengorganisir acara amal, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan.

5. Pertukaran dan perayaan budaya

Mendorong siswa untuk mempelajari dan menghargai keberagaman budaya dan tradisi Indonesia. Hal ini dapat dilakukan melalui program pertukaran budaya, inisiatif pembelajaran bahasa, dan promosi seni dan kerajinan lokal.

6. Kolaborasi dan Jaringan

Memfasilitasi peluang kolaborasi dan jaringan antar siswa dari berbagai daerah dan latar belakang. Hal ini dapat dilakukan melalui program pertukaran pelajar, proyek penelitian bersama dan pembentukan organisasi kemahasiswaan yang mengutamakan solidaritas dan kerjasama nasional.




DAFTAR REFERENSI :

Kristianto, M. (2022). Sumpah Pemuda sebagai Pedoman Dasar Nasionalisme Generasi Muda Indonesia. Diakses pada 24 Oktober 2023 dari https://binus.ac.id/character-building/2022/10/sumpah-pemuda-sebagai-pedoman-dasar-nasionalisme-generasi-muda-indonesia/

 

Ginting S., Tjandra M., dan Putri T. N. (2020). Membangun Nasionalisme Mahasiswa Melalui Pendidikan Karakter Studi Kasus : Universitas Kristen Maranatha. Snapan Seminar Nasional Kahuripan Vol. 1, 101-102

Priyanto. (2017). Priyanto. Diakses pada 24 Oktober 2023 https://genta.fkip.unja.ac.id/2017/10/29/menumbuhkan-kembali-semangat-sumpah-pemuda-di-kalangan-mhasiswa-dan-pelajar/

 

Admin. (2022). Memaknai Sumpah Pemuda di Era Milenial. Diakses pada 24 Oktober 2023 https://bkd.jogjaprov.go.id/informasi-publik/berita/memaknai-sumpah-pemuda-di-era-milenial

 

Dina F. M. A. dan Nuraeni E. (2021). Peran Mahasiswa dalam Membangun Jiwa Nasionalusme Melalui Potensi Masyarakat Desa Neglasari Sukabumi : Perlunya Kesadaran Nasional dalam Meningkatkan Pembangunan Desa. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol. 1 (4), 105-108

 

Makna Sumpah Pemuda Bagi Negara Republik Indonesia. (2023). Diakses pada 24 Oktober 2023 https://fahum.umsu.ac.id/makna-sumpah-pemuda/

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya EYD Edisi V

Esensi Guru di Abad XXI

Bahasa Indonesia dalam Berbagai Konteks dan Fungsi di Kehidupan