Pentingnya EYD Edisi V
PENTINGNYA EYD EDISI V SEBAGAI PEDOMAN MENULIS BAGI MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Salsabila Nadiva Faicha Putri & Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., sebagai Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa
Sumber Foto : https://images.app.goo.gl/uNNSx1PNQBVZpVP58
EYD Edisi V sebagai Pedoman Menulis Masyarakat Indonesia
Badan Pembinaan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan Ortografi Tingkat Lanjut Indonesia (EYD) Versi V pada tanggal 16 Agustus 2022. EYD versi V ini diterbitkan atas dasar Keputusan Direktur Departemen Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 dan menetapkan tanggal 16 Agustus 2022.
Pada kesempatan ini telah diluncurkan AED edisi V ini peringatan 50 tahun berdirinya AED pada tanggal 16 Agustus 1972. Perubahan yang terdapat pada EYD edisi V ini adalah penambahan peraturan baru dan peraturan yang sudah ada. Selain itu juga dilakukan perubahan pada penulisan, contoh, dan tata cara penyajian.
Perkembangan EYD Edisi V merupakan bentuk kaidah berbahasa yang lebih luwes, responsif, dan mudah beradaptasi sehingga pemakai bahasa dapat mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaannya secara lebih sistematis, lebih baik, dan terarah.
Ejaan Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut (EYD) merupakan panduan resmi bagi lembaga pemerintah maupun swasta serta masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Adapun yang diatur dalam peraturan ini meliputi :
1. Penggunaan Huruf
-Huruf Abjad
-Huruf Vokal
-Huruf Konsonan
-Gabungan Huruf Vokal
-Gabungan Huruf Konsonan
-Huruf Kapital
-Huruf Miring
-Huruf Tebal
2. Penulisan Kata
-Kata Dasar
-Kata Turunan
-Pemenggalan Kata
-Kata Depan
-Partikel
-Singkatan
-Angka dan Bilangan
-Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya
-Kata Sandang si dan sang
3. Penggunaan Tanda Baca
-Tanda Titik (.)
-Tanda Koma (,)
-Tanda Titik Koma (;)
-Tanda Titik Dua (:)
-Tanda Hubung (-)
-Tanda Pisah (---)
-Tanda Tanya (?)
-Tanda Seru (!)
-Tanda Elipsis (...)
-Tanda Petik ("...")
-Tanda Petik Tunggal ('...')
-Tanda Kurung ((...))
-Tanda Kurung Siku ([...])
-Tanda Garis Miring (/)
-Tanda Apostrof (')
Alasan mengapa penggunaan EYD penting, terutama saat menulis makalah penelitian, adalah karena bahasa yang digunakan saat menggunakan EYD akan menghasilkan suatu pandangan atau persepsi yang sama bagi para pembaca. Pembaca publikasi ilmiah dari berbagai suku dan budaya memiliki satu kesamaan yaitu Indonesia. Pembaca akan lebih memahami isi makalah penelitian, yang nantinya dapat dijadikan pedoman dalam penulisan makalah penelitian.
Dengan menggunakan EYD yang tepat seperti tata bahasa yang baik, tanda baca, penggunaan huruf kapital, dll, maka maksud dan tujuan penulis dapat terkomunikasikan dengan jelas kepada pembaca. Dengan bantuan EYD pula, penyusunan makalah penelitian disusun secara sistematis dan konsisten sesuai urutan. Penggunaan EYD juga dinilai dapat meningkatkan reputasi penulis. Penulis yang memahami ejaan kompleks dan menerapkannya pada setiap tulisan bisa dipuji banyak orang karena diyakini memiliki pemahaman yang canggih tentang dunia tulis menulis. Bahkan dalam dunia pendidikan sendiri, menulis makalah penelitian sangatlah penting, yang menunjukkan kredibilitas dalam penulisannya.
Tak hanya itu, pengimplementasian dalam kehidupan sehari-hari pun juga akan sangat membantu bagi seorang penutur untuk menuturkan sesuatu hal dalam rangka menghormati dan menghargai lawan tuturnya.
Ini karena, jika kita menggunakan bahasa yang formal maka lawan bicara kita pun akan merasa dihargai dan tidak merasa di rendahkan. Begitu pula sebaliknya, jika kita tidak memperhatikan konteks pembicaraan dan acuh dengan siapa pula kita berdialog, maka sama saja kita tidak menghargai lawan tutur kita.
Misal : Ketika kita berdialog dengan seseorang yang jabatannya atau umurnya lebih tinggi dibandingkan dengan kita, maka kita juga harus menggunakan bahasa yang sopan dan santun.
Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia dan seseorang yang melakukan publikasi ilmiah acuh terhadap penggunaan EYD dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari, karena menganggap penulisan ilmiah maupun berdialog yang baik dan benar menggunakan bahasa sehari-hari (bahasa gaul/bahasa kekinian). Padahal jika diperhatikan, biasanya bahasa public terkadang terkesan pleonastis dan kurang efektif. Hal ini sebisa mungkin dihindari agar masyarakat atau pembaca yang menggunakan Bahasa Indonesia dapat memahami suatu karya dan memahami konteks pembicaraan menggunakan Bahasa Indonesia tersebut dengan baik dan benar bahkan bisa dikatakan harus sesuai strukturnya agar terhindar dari kesalahan ejaan. Oleh karena itu, solusi yang diusulkan dan dikampanyekan adalah dengan mempelajari dan membiasakan diri dengan kaidah latihan menulis Bahasa Indonesia yang berlaku saat ini, seperti EYD Edisi V.
Pembiasaan ini juga dapat diterapkan mulai dari lingkup yang terkecil terlebih dahulu, yaitu lingkup keluarga dan bertahap dilakukan dengan orang diluar lingkup keluarga. Seperti dilakukan di sekolah, kampus, kantor dan sebagainya. Sehingga seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa menggunakan bahasa formal yang baik untuk mewujudkan kualitas diri yang bermutu dilihat dari penggunaan bahasa yang kita tuturkan maupun kita tulis terhadap orang lain. Karena cerminan diri juga dilihat dari bagaimana kita berucap secara verbal.
Referensi :
Damaledo, Y. D., & Idhom, A. M. (2022). Apa Itu EYD Edisi V dan Perbedaannya dengan PUEBI? Diakses dari https://tirto.id/apa-itu-eyd-edisi-v-dan-perbedaannya-dengan-puebi-gvs9
Admin. (2022). Peluncuran Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Versi 5. Diakses dari https://balaibahasasulteng.kemdikbud.go.id/bahasa/peluncuran-ejaan-bahasa-indonesia-yang-disempurnakan-eyd-versi-5/#:~:text=EYD%20Edisi%20V%20merupakan%20bentuk,tertib%2C%20baik%2C%20dan%20terarah.
Ajaria, A. J. (2021). Pentingnya Penggunaan EYD dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Diakses dari https://student-activity.binus.ac.id/tfi/2021/07/pentingnya-penggunaan-eyd-dalam-penulisan-karya-tulis-ilmiah/
Vizard, I. (n.d.). Retrieved from https://ejaan.kemdikbud.go.id/

Komentar
Posting Komentar