Bahasa Indonesia dalam Berbagai Konteks dan Fungsi di Kehidupan
Oleh : Salsabila Nadiva Faicha Putri & Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum., sebagai Dosen PBSI FKIP UNS, Ketua Umum ADOBSI, & Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa
Sumber foto : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTJh1Cr-LwyCSSpIjLB9sN85ltoQBUVhoGANw&usqp=CAU
Belajar Bahasa Indonesia dalam Berbagai Konteks Kehidupan
Dalam konteks pemakaian bahasa kita harus menanamkan rasa cinta dan bangga dalam diri kita sebagai masyarakat Indonesia yang siap membangun citra Bahasa Indonesia dimana pun kita berada. Ketika kita belajar Bahasa Indonesia, kita bisa melihat dari berbagai dimensi yang bisa kita pahami bahwa ketika kita berpikir dan kita ada, maka kita bisa berbahasa.
Jika bahasa yang kita gunakan ini sesuai dengan pemahaman yang kita gunakan seperti :
-Pada siapa kita bertutur?
-Pada siapa lawan tutur kita?
-Kita menggunakan sarana tutur apa?
-Kita menggunakan media apa?
-Apa tujuan kita bertutur?
-Mengandung implikatur apa?
Itu semua akan bisa berdampak pada tataran pemakaian bahasa kita.
Berbahasa Indonesia harus diikuti dalam dimensi teks, koteks, dan konteks. Jika kita menulis kita harus memperhatikan bagaimana teks yang kita tuliskan. Namun jika kita berbicara secara lisan, maka kita harus memperhatikan konteks yang kita gunakan. Sehingga jika kita lihat pemakaian bahasa dari segi linguistik ada bentuk diadik.
Misalnya :
1)Mbak Sisi membaca! -> kalimat perintah
2)Apa? Mbak Sisi membaca? -> kalimat tanya
Jadi perubahan nada dan jeda sangat berpengaruh dalam ucapan.
Dalam media cetak kita juga harus memperhatikan penggunaan 5W+1H. Yaitu (Apa, Mengapa, Kapan, Dimana, Siapa, dan Mengapa). Ketika menggunakan bahasa yang lugas dan jelas, biasa digunakan dalam ragam bahasa jurnalistik dan ilmiah. Tatkala kita menggunakan bahasa yang indah dan kias, biasa digunakan dalam ragam puisi dan ragam literer.
Kita bisa membaca tulisan yang ada di media cetak yang memiliki keberagaman dan dampak yang nyata yang bisa dirasakan bersama sama untuk menguatkan ide gagasan yang kita tuangkan dalam bentuk tulisan di media cetak. Namun selain itu, dalam membuat tulisan di media cetak, kita juga harus memikirkan pemilihan kata dan diksi yang tepat.
Kita sebagai mahasiswa harus bisa menjadi teladan dalam berbahas dan teladan dalam berkomunikasi secara lisan. Sehingga nanti dapat ditemukan dampak dampak nyata fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Dari dimensi teks, kita bisa melihat bagaimana tata tulis ejaannya yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Dari dimensi pemakainya, kita bisa melihat apakah bahasa itu bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan dan tujukan dalam berkomunikasi.
Dampak nyata berkomunikasi secara baik, benar, dan santun ini akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Agar pemakaian Bahasa Indonesia ini tidak kaku, maka kita harus pintar pintar untuk menempatkan diri kita dalam dimensi dimensi yang ada. Sehingga mahasiswa dapat menjadi pionir, teladan, mahasiswa Pancasila yang berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong, ber-Kebhinekaan Global dan santun.
Fungsi Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Sehari-Hari
Menurut dan mengutip dari KBBI, ba·ha·sa1 n 1 Ling sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2 percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun: baik budi -- nya;--menunjukkan bangsa, pb budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan);
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yang dapat menyatukan berbagai keanekaragaman bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang harus dijunjung tinggi oleh segenap kompenen rakyat Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa yang harus kita lestarikan dan pahami.
Salah satu fungsi Bahasa Indonesia dalam pengimplementasinya di kehidupan sehari-hari yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi. Berkomunikasi yang dimaksudkan adalah bertutur kata dengan orang lain menggunakan Bahasa Indonesia. Maka diperlukan untuk belajar berbahasa secara baik, jelas, dan santun agar lawan tutur kita dapat memahami dengan baik apa yang kita maksudkan dan berbahasa yang santun juga ditujukan untuk menghormati lawan tutur kita.
Tak hanya sebagai alat berkomunikasi, Bahasa Indonesia dalam kehidupan manusia juga difungsikan sebagai sarana atau media berekspresi dan mengungkapkan perasaan seseorang. Melalui bahasa kita dapat mengatakan bagaimana rasa atau emosi yang sedang kita alami. Misalnya : senang, sedih, bahagia, marah, dll.
Bahasa Indonesia juga sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan di hampir seluruh instansi pendidikan yang ada di Indonesia. (Pristiwati R. & Purwanto B. E. (2006) Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara: Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara)
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Bahasa Indonesia juga menjadi suatu alat untuk berhubungan sosial dan pertukaran suatu informasi. Hal ini ditujukan karena manusia merupakan makhluk sosial yang pasti akan selalu terikat dengan individu atau kelompok lain, jadi dengan adanya Bahasa Indonesia itu, maka akan terjalin suatu hubungan sosial yang selaras dan harmonis.
Selain itu, dengan Bahasa Indonesia maka setiap individu dapat saling bertukar atau menyampaikan dan memperoleh informasi dari satu sumber ke sumber lain karena pemahamannya dalam berbahasa. Contoh pertukaran suatu informasi tersebut yaitu penyampaian suatu peristiwa atau fenomena bahkan rekomendasi akan suatu hal yang di sampaikan dari mulut ke mulut, maka informasi tersebut akan mengalami perpindahan cakupan yang meluas.
Bahasa Indonesia merupakan sebuah gagasan bagaimana cara kita untuk berpikir dan memandang dunia. Melalui bahasa kita dapat mengkonseptualiskan dan merumuskan ide gagasan yang tertuang dalam pikiran kita agar menjadi suatu bagian yang saling terhubung dan bergantung. (Dwi Anugrah, 2023)

Komentar
Posting Komentar